Categories: IndeksPendidikan

Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Ilmu Komunikasi UMS Gelar Workshop Modul Praktikum Berbasis OBE

Program Studi Ilmu Komunikasi FKI UMS menggelar workshop, Selasa (19/5/2026). Foto: Ist.

SOLO – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar workshop pengembangan dan updating modul praktikum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Acara berlangsung Selasa (19/5/2026) di Hotel Lor-In Syariah Solo.

Kaprodi Ilmu Komunikasi UMS Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Melalui workshop ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UMS berharap pengembangan praktikum berbasis outcome dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutur Sidiq.

Kegiatan tersebut menghadirkan dosen praktikum Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, Jamroji, S.Sos., M.Comms., sebagai narasumber. Workshop diikuti seluruh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UMS sebagai upaya penguatan kualitas pembelajaran praktikum berbasis luaran.

Dalam pemaparannya, Jamroji menjelaskan bahwa praktikum berbasis OBE menekankan pada capaian hasil yang jelas dan terukur. Menurutnya, aktivitas praktikum harus dirancang untuk mencapai kompetensi tertentu dengan penilaian berbasis performa dan produk yang dihasilkan mahasiswa.

“Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga aktif menghasilkan karya dan menunjukkan kemampuan melalui project yang memiliki dampak nyata,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan sejumlah project praktikum berbasis luaran yang berhasil dikembangkan mahasiswa UMM, salah satunya Project Kampung Warna Jodipan (KWJ), Malang, yang sempat viral pada periode 2017 hingga 2019. Program tersebut dinilai mampu menjadi contoh implementasi praktikum yang tidak hanya berdampak akademik, tetapi juga sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurut Jamroji, luaran praktikum berbasis project dapat diperluas agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan modul praktikum perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri, kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa di masa depan.

Indospektrum

Recent Posts

Jateng ‘Minimarket’ Bencana, Ahmad Luthfi Minta PMI Tingkatkan Respons Cepat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta Palang Merah Indonesia (PMI) wilayah setempat meningkatkan…

10 jam ago

Jawa Tengah Raih Realisasi Kredit Program Perumahan Tertinggi se-Indonesia

BATANG — Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan realisasi Kredit Program Perumahan tertinggi di Indonesia.…

1 hari ago

Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Ahmad Luthfi: Jaga Warisan Sejarah

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun…

1 hari ago

Cegah Beban APBD, Pemprov Jateng Mulai Siapkan Dana Cadangan Pilgub 2029

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan dana cadangan untuk pembiayaan Pemilihan Gubernur dan…

1 hari ago

Pemangkasan Anggaran Perpusnas 2026 Dinilai Ancam Tren Positif Literasi Nasional

SOLO - Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Tahun 2026 dinilai berpotensi menghambat peningkatan budaya literasi…

2 hari ago

Dekatkan Pelayanan Publik, Pemprov Jateng Dorong Pembentukan Kabupaten Brebes Selatan

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama DPRD setempat mengusulkan pemekaran Kabupaten Brebes melalui pembentukan…

2 hari ago

This website uses cookies.