Kamis, 23 Juli 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Pertamax Kembali Naik, Pakar UMS Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Tingkatkan Literasi Ekonomi

Indospektrum by Indospektrum
13 Juni 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Ilustrasi – Kenaikan harga Pertamax. Foto: Gemini AI

SOLO – Kenaikan harga Pertamax kembali memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Naiknya harga dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter menimbulkan berbagai spekulasi di media sosial, mulai dari ancaman inflasi yang melonjak hingga kekhawatiran kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi akibat perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite.

Namun, menurut pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, dampak kebijakan ini perlu dilihat secara lebih utuh dan proporsional. Dosen Ekonomi UMS, Deni Aditya Susanto, S.E., M.Ec.Dev., menilai kenaikan harga Pertamax sebagai langkah yang secara fiskal cukup rasional.

Menurutnya, pemerintah selama beberapa bulan terakhir telah menahan laju kenaikan harga BBM nonsubsidi meskipun harga energi global mengalami fluktuasi.

“Kalau harga BBM nonsubsidi terus ditahan terlalu lama, ruang fiskal pemerintah akan semakin terbebani. Karena itu, penyesuaian harga menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesehatan fiskal negara,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Meski demikian, Deni menegaskan bahwa dampak kenaikan harga Pertamax tidak dapat disamakan dengan kenaikan BBM subsidi seperti solar atau Pertalite yang langsung bersentuhan dengan aktivitas distribusi barang dan jasa.

Menurut Deni, salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat adalah lonjakan inflasi. Namun, ia menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kenaikan BBM subsidi.

Mayoritas kendaraan distribusi logistik masih menggunakan solar dan biodiesel yang memperoleh dukungan subsidi pemerintah. Karena itu, kenaikan harga Pertamax tidak langsung meningkatkan biaya distribusi kebutuhan pokok.

“Kalau yang naik adalah BBM subsidi yang digunakan untuk transportasi logistik, dampaknya akan langsung terasa pada harga beras, sayur, dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara Pertamax lebih banyak digunakan kelompok menengah sehingga transmisi inflasinya lebih lambat,” jelasnya.

Ia memperkirakan inflasi akan meningkat secara bertahap melalui mekanisme ekonomi yang berlangsung perlahan. Kenaikan biaya transportasi pribadi masyarakat kelas menengah dapat memicu tuntutan kenaikan upah, yang kemudian direspons dunia usaha melalui penyesuaian biaya produksi dan harga barang.

Karena proses tersebut membutuhkan waktu, tekanan inflasi diperkirakan tidak akan melonjak secara drastis. Bahkan, menurutnya, inflasi nasional masih berpotensi terjaga pada level yang relatif aman. Jika inflasi tidak menjadi ancaman utama, maka kelompok yang paling merasakan dampak langsung justru adalah kelas menengah.

Deni menjelaskan bahwa kelompok pengguna Pertamax umumnya berasal dari masyarakat berpendapatan menengah yang tidak memperoleh tambahan pendapatan ketika harga BBM naik. Akibatnya, sebagian pendapatan yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan lain harus dialihkan untuk biaya transportasi.

“Pendapatan tetap, tetapi biaya hidup meningkat. Di sinilah tekanan daya beli muncul,” katanya.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong sebagian pengguna Pertamax beralih ke Pertalite. Berdasarkan berbagai survei konsumsi energi yang ia cermati, pengguna Pertamax diperkirakan sekitar 20 persen dari total konsumen BBM nasional.

Namun, tidak semua pengguna akan berpindah. Deni memperkirakan perpindahan konsumsi hanya berkisar 10-12 persen dari total pengguna Pertamax. Meski terlihat kecil, pergeseran tersebut dapat meningkatkan beban subsidi pemerintah hingga puluhan triliun rupiah.

“Jika perpindahan konsumsi cukup besar, tambahan subsidi yang harus ditanggung negara diperkirakan berada pada kisaran Rp12 triliun hingga Rp29 triliun,” ungkapnya.

Dalam menghadapi tekanan biaya hidup yang meningkat, Deni menyarankan kelompok kelas menengah untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan. Ia menekankan pentingnya diversifikasi sumber pendapatan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

“Kalau memungkinkan, jangan hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. Jika belum memungkinkan, maka pengeluaran yang perlu dikelola lebih hati-hati,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk menunda konsumsi yang tidak mendesak, memperkuat tabungan, serta mengoptimalkan pengeluaran pada kebutuhan yang benar-benar penting.

Namun demikian, Deni mengingatkan bahwa upaya berhemat tidak berarti menghentikan aktivitas konsumsi secara total. Belanja yang wajar tetap diperlukan agar roda ekonomi, terutama sektor UMKM dan usaha lokal, tetap bergerak.

Sebagai rekomendasi kebijakan, Deni menilai pemerintah perlu segera menyiapkan berbagai instrumen perlindungan untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah.

Salah satu opsi yang dinilai efektif adalah pemberian bantuan atau subsidi upah sebagaimana pernah dilakukan pada periode sebelumnya. Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi bantalan sementara sehingga kelompok pekerja formal memiliki waktu beradaptasi terhadap kenaikan biaya hidup.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu berhati-hati dalam menambah beban subsidi agar tidak mengganggu stabilitas fiskal dan kemampuan negara memenuhi kewajiban pembiayaan pada akhir tahun. Menutup keterangannya, Deni mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketenangan dan tidak memperkeruh situasi dengan spekulasi yang tidak berdasar.

“Ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya masih cukup baik. Inflasi terjaga, berbagai tekanan global bisa dilewati, dan ketahanan ekonomi kita semakin kuat. Yang terpenting sekarang adalah menjaga ketenangan, meningkatkan literasi, dan mengonsumsi BBM secara wajar tanpa kepanikan,” pungkasnya.

Tags: Kenaikan harga PertamaxUMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Rektor UMS Apresiasi Milad ke-5 MIM AKA Mojogedang, Dorong Penguatan Pendidikan Berkarakter

Next Post

AHRT Optimistis Tampil Agresif di ARRC Motegi, Rheza Danica Incar Podium Juara

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Gubernur Ahmad Luthfi menerima kunjungan kehormatan Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 22 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Terima Kunjungan Dubes Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Bahas Kerja Sama Teknologi dan Investasi

by Indospektrum
22 Juli 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, Rabu, 22 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Terima Kunjungan Dubes Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Sampaikan Belasungkawa dan Pesan Perdamaian

by Indospektrum
22 Juli 2026
Sekda Jawa Tengah, Sumarno membuka kegiatan Optimalisasi Capaian IKK di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu, 22 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Sekda Jateng: Nilai IKK Bukan Tujuan Akhir, Kebijakan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

by Indospektrum
22 Juli 2026
Program Studi Ilmu Komunikasi FKI UMS melaksanakan benchmarking ke Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP Semarang, Rabu (22/7/2026). Foto: Ist.
Indeks

Perkuat Mutu Pendidikan dan Kurikulum, Ilmu Komunikasi UMS Gelar Benchmarking ke FISIP UNDIP

by Indospektrum
22 Juli 2026
Dr. Noor Rahmad, S.H., M.H dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Hukum dalam Sidang Terbuka Promosi dan Pengukuhan Doktor di Kampus UMS, Rabu (22/7/2026). Foto: Ist.
Indeks

Angkat Isu Peredaran Obat Aborsi Digital, Noor Rahmad Resmi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum UMS

by Indospektrum
22 Juli 2026
Next Post
Pembalap AHRT optimistis meraih hasil positif di putaran ketiga ARRC 2026. Foto: Ist.

AHRT Optimistis Tampil Agresif di ARRC Motegi, Rheza Danica Incar Podium Juara

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Gubernur Ahmad Luthfi menerima kunjungan kehormatan Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 22 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Terima Kunjungan Dubes Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Bahas Kerja Sama Teknologi dan Investasi

22 Juli 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, Rabu, 22 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Terima Kunjungan Dubes Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Sampaikan Belasungkawa dan Pesan Perdamaian

22 Juli 2026
Sekda Jawa Tengah, Sumarno membuka kegiatan Optimalisasi Capaian IKK di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu, 22 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Sekda Jateng: Nilai IKK Bukan Tujuan Akhir, Kebijakan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

22 Juli 2026
Program Studi Ilmu Komunikasi FKI UMS melaksanakan benchmarking ke Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP Semarang, Rabu (22/7/2026). Foto: Ist.
Indeks

Perkuat Mutu Pendidikan dan Kurikulum, Ilmu Komunikasi UMS Gelar Benchmarking ke FISIP UNDIP

22 Juli 2026
Dr. Noor Rahmad, S.H., M.H dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Hukum dalam Sidang Terbuka Promosi dan Pengukuhan Doktor di Kampus UMS, Rabu (22/7/2026). Foto: Ist.
Indeks

Angkat Isu Peredaran Obat Aborsi Digital, Noor Rahmad Resmi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum UMS

22 Juli 2026
General Manager Telkom Witel Solo, Ismono Adi Jatmiko Raden menerima penghargaan Most Impactful Digital Transformation Enabler yang diraih Telkom dalam ajang SBBI Awards 2026 di Solo, Jumat (17/7/2026). Foto: Ist.
Bisnis

Sabet Penghargaan SBBI Awards 2026, Telkom Raih Predikat Most Impactful Digital Transformation Enabler

22 Juli 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum