Senin, 20 Juli 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Pesan LPPIK UMS: Jangan Biarkan Semangat Ibadah Surut Setelah Ramadan

Indospektrum by Indospektrum
19 Maret 2026
in Gaya Hidup, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Ilustrasi – Mahasiswa UMS sedang membaca Alquran. Foto: Ist.

SOLO – Semangat ibadah yang meningkat selama Ramadan diharapkan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir. Kebiasaan-kebiasaan baik yang terbentuk selama Ramadan sebaiknya tetap dijaga dan dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud konsistensi spiritual seorang muslim.

Kasi Baitul Arqam Mahasiswa Lembaga Pengembangan Pondok Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Suwinarno, M.P.I., menyampaikan bahwa Ramadan sejatinya merupakan momentum untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kualitas ibadah.

Menurutnya, manusia sering kali membutuhkan momen khusus untuk kembali menyadari jati diri dan tujuan hidupnya. Ramadan menjadi salah satu waktu penting yang mengingatkan manusia akan hakikat penciptaannya.

“Ramadan itu momentum untuk evaluasi diri, introspeksi diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Karena manusia kadang butuh momentum untuk kembali pada kesadaran hakikinya,” ujar Suwinarno, Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam kehidupan seorang muslim sebenarnya terdapat berbagai momentum spiritual yang berfungsi untuk mengingatkan manusia kepada Allah, seperti salat lima waktu setiap hari dan salat Jumat setiap pekan.

Selain itu, Ramadan menjadi momentum tahunan yang memiliki kekuatan spiritual lebih besar untuk mengembalikan kesadaran manusia bahwa tujuan hidupnya adalah beribadah kepada Allah.

Suwinarno menegaskan bahwa keberadaan Allah tidak hanya dirasakan pada bulan Ramadan, tetapi juga sepanjang waktu. Oleh karena itu, semangat ibadah yang tumbuh selama Ramadan seharusnya tetap dijaga pada bulan-bulan berikutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa bulan Syawal memiliki makna sebagai bulan peningkatan. Setelah menjalani pendidikan spiritual selama Ramadan, umat Islam diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan spiritualnya.

“Ramadan itu seperti madrasah rohani. Di situ kita dilatih untuk tertib salat, rajin tadarus, bangun malam untuk salat tahajud, serta gemar bersedekah. Itulah sebenarnya jati diri seorang mukmin yang kadang kita lupakan di bulan-bulan lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa indikator keberhasilan ibadah Ramadan dapat dilihat dari perubahan perilaku setelahnya, terutama dalam aspek akhlak dan hubungan sosial dengan sesama.

Menurut Suwinarno, dimensi spiritual dalam Islam selalu berkaitan dengan dimensi sosial. Seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah akan menunjukkan keimanannya melalui perilaku yang baik kepada orang lain.

“Orang yang beriman itu terlihat dari akhlaknya. Menghormati tetangga, memuliakan tamu, dan menjaga lisan. Kalau tidak bisa berkata baik, lebih baik diam,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa istikamah atau konsistensi dalam menjalankan ibadah setelah Ramadan menjadi salah satu indikator bahwa seseorang benar-benar memperoleh hikmah dan rahmat dari bulan suci tersebut.

Suwinarno menuturkan, beberapa amalan yang sebaiknya tetap dijaga setelah Ramadan antara lain salat wajib berjamaah, salat sunah, tadarus Al-Qur’an, salat malam atau tahajud, serta kebiasaan bersedekah. Di samping itu, akhlak yang baik tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim.

Bagi mahasiswa, khususnya di lingkungan UMS, ia menyarankan agar konsistensi ibadah dibangun melalui sistem yang mendukung. Integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam aktivitas akademik menjadi salah satu upaya untuk menjaga kebiasaan spiritual tersebut.

“Kalau mahasiswa harus ada sistem yang membantu. Misalnya sebelum kuliah membaca Al-Qur’an, ketika waktu salat berhenti sejenak untuk salat. Itu bagian dari upaya menjaga konsistensi ibadah,” pungkasnya.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Haji Dipuji, Yaqut Diuji: Tekan Efisiensi Rp600 Miliar Berujung Hukum

Next Post

KAI Wisata dan AO Group Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Layanan Transportasi di Joglosemar

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama putranya, Mohammad Alif Daffa mengikuti Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Minggu pagi (19/7/2026). Foto: Ist.
Gaya Hidup

Momen Hangat Ahmad Luthfi Dorong Kursi Roda Putranya di Sukoharjo Spektakuler Run 2026

by Indospektrum
19 Juli 2026
Suasana Sukoharjo Spektakuler Run 2026 di Sentra Niaga The Park Mall Solobaru, Kabupaten Sukoharjo, Minggu, 19 Juli 2026. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Demam Lari di Jawa Tengah: Saat Olahraga Berubah Menjadi Budaya dan Gaya Hidup

by Indospektrum
19 Juli 2026
Gubernur Ahmad Luthfi mengikuti acara Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Minggu, 19 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Sukoharjo Spektakuler Run 2026: Diikuti 2.000 Pelari Bersama Ahmad Luthfi, Sukses Dongkrak Hotel dan UMKM

by Indospektrum
19 Juli 2026
PBSI FKIP UMS menggelar Review dan FGD Kurikulum Tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Siapkan Lulusan Unggul di Dunia Kerja, PBSI FKIP UMS Gelar Review dan FGD Kurikulum 2026

by Indospektrum
18 Juli 2026
Suasana PMB UMS tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Tembus 25 Ribu Pendaftar, Ini Deretan Prodi Paling Ketat di PMB UMS 2026

by Indospektrum
18 Juli 2026
Next Post
KAI Wisata menjalin kerja sama strategis dengan AO Group Joglosemar di Yogyakarta pada 16 Maret 2026. Foto: Ist.

KAI Wisata dan AO Group Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Layanan Transportasi di Joglosemar

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama putranya, Mohammad Alif Daffa mengikuti Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Minggu pagi (19/7/2026). Foto: Ist.
Gaya Hidup

Momen Hangat Ahmad Luthfi Dorong Kursi Roda Putranya di Sukoharjo Spektakuler Run 2026

19 Juli 2026
Suasana Sukoharjo Spektakuler Run 2026 di Sentra Niaga The Park Mall Solobaru, Kabupaten Sukoharjo, Minggu, 19 Juli 2026. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Demam Lari di Jawa Tengah: Saat Olahraga Berubah Menjadi Budaya dan Gaya Hidup

19 Juli 2026
Gubernur Ahmad Luthfi mengikuti acara Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Minggu, 19 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Sukoharjo Spektakuler Run 2026: Diikuti 2.000 Pelari Bersama Ahmad Luthfi, Sukses Dongkrak Hotel dan UMKM

19 Juli 2026
PBSI FKIP UMS menggelar Review dan FGD Kurikulum Tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Siapkan Lulusan Unggul di Dunia Kerja, PBSI FKIP UMS Gelar Review dan FGD Kurikulum 2026

18 Juli 2026
Suasana PMB UMS tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Tembus 25 Ribu Pendaftar, Ini Deretan Prodi Paling Ketat di PMB UMS 2026

18 Juli 2026
Grand Closing Peksimida Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Jumat malam (17/7/2026). Foto: Ist.
Indeks

Sukses Gelar Peksimida 2026, Jateng Bidik Hattrick Juara Umum Peksiminas

18 Juli 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum