Categories: IndeksNews

Tanggul Sungai Tuntang Retak, Pemprov Jateng Minta BBWS Segera Lakukan Penguatan

Ilustrasi – Tanggul Sungai Tuntang yang mengalami keretakan. Foto: Ist.

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk mempercepat perbaikan tanggul Sungai Tuntang di berbatasan antara Kabupaten Demak dengan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang mengalami keretakan.

Pemprov Jateng telah berkomunikasi dengan BBWS Pemali Juana terkait adanya retakan ini. Apalagi, retakan itu berada di dekat titik yang jebol Februari 2026 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan, ada dua penanganan yang dilakukan oleh BBWS Pemali Juana. Meliputi penguatan tanggul dengan pemasangan bronjong yang diisi batu. Selanjutnya diperkuat pula dengan sandbag atau tumpukan karung berisi pasir.

“Dengan langkah ini harapannya tanggul akan lebih stabil dan terjaga dengan baik,” kata Henggar melalui keterangan tertulis yang dikutip Sabtu, 28 Maret 2026.

Menurutnya, untuk penguatan menggunakan sandbag tak membutuhkan waktu lama. Karung pasir ditata di titik yang terjadi retakan. Selanjutnya untuk pemasangan menggunakan bronjong, membutuhkan proses waktu, karena harus di titik yang tepat agar tidak sampai sampai longsor atau retak kembali.

Adanya retakan ini, lanjut Henggar, karena saat pengerjaan pada Februari lalu dilakukan dengan cepat. Saat itu BBWS ditarget tiga hari selesai, karena berkejaran dengan waktu jelang Lebaran 2026.

“Setelah bencana itu, penanganan harus cepat. Setelah banjir dan tanggul jebol, maka penanganan tanggul ditarget tiga hari selesai, agar Pemprov bisa segera menanganani ruas jalan yang rusak,” ujar Henggar.

Saat ini pihaknya berharap penanganan retakan bisa dipercepat. Apalagi saat ini masih terjadi hujan, meski intensitas tidak setinggi pada awal 2026. Namun upaya antisipasi mesti dilakukan, jangan sampai debit air sungai naik dan menambah parah kerusakan tanggul.

“Sudah kami komunikasikan dengan BBWS. Segera ditangani,” jelas Henggar.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan dan Demak serta stakeholder terkait agar melakukan perawatan, terutama terkait tanggul sungai. Misalnya dengan melakukan penanaman pohon dan perawatan lainnya.

“Rawat tanggulnya, tanami pohon, di sekitar tanggul, terus masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan,” katanya beberapa waktu lalu.

Indospektrum

Recent Posts

Pemprov Jateng Usulkan 1.000 Formasi CPNS 2026, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan sekitar 1.000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…

14 jam ago

Sekda Jateng Lantik Komisi Irigasi Periode 2026-2029, Tekankan Pengelolaan Air Berkelanjutan

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, meminta kepada Komisi Irigasi di wilayahnya agar…

14 jam ago

Sespimti Polri Dikreg ke-35: Menggembleng Pemimpin Digital Masa Depan yang Adaptif dan Humanis

LEMBANG - Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 fokus…

15 jam ago

Investor India J.K. Enterprises Lirik Potensi Sektor Pertanian dan Energi Terbarukan di Jateng

SEMARANG — Investor asal India, J.K. Enterprises, menjajaki perluasan investasi di Jawa Tengah dengan membidik…

18 jam ago

OJK Cabut Izin Usaha BPR Ceper Permata Artha di Klaten, Kenapa?

SOLO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT BPR Ceper Permata Artha di…

19 jam ago

Program Inovatif Jawa Tengah Tuai Pujian Bappenas, Dinilai Layak Direplikasi Nasional

SEMARANG — Sejumlah kebijakan dan program yang digulirkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menuai…

20 jam ago

This website uses cookies.