Categories: IndeksNews

Tinjau RSUD Dr Moewardi, Gus Yasin Apresiasi Efektivitas Layanan Fast Track

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meninjau layanan fast track RSUD Dr Moewardi Surakarta, Kamis, 13 Agustus 2026. Foto: Ist.

SOLO – RSUD Dr Moewardi Surakarta menerapkan layanan fast track (jalur cepat) guna memitigasi penumpukan pesien. Sebab, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jateng tersebut melayani kunjungan pasien sebanyak 1.500 hingga 3.000 pasien setiap harinya.

Untuk memastikan tidak terjadi penumpukan pasien, layanan dikunjungi langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Taj Yasin mengatakan, dirinya tidak lagi melihat penumpukan pasien di lantai 1 seperti sebelumnya. Pasien yang membutuhkan pelayanan telah diarahkan ke lantai 3 sehingga kepadatan lebih terkendali.

“Saya senang karena saya sudah tidak melihat lagi masyarakat atau pasien di bawah (lantai 1) numpuk,” katanya.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu, kondisi tersebut menunjukkan pembenahan alur pelayanan mulai memberikan hasil.

“Ini artinya pelayanan fast track itu semakin meningkat, semakin baik,” ujarnya.

Perbaikan itu menjadi perhatian Gus Yasin karena beberapa hari sebelumnya masih ada masyarakat yang mengeluhkan lamanya proses pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Keluhan tersebut, kata dia, tidak selalu berarti pasien tidak mendapatkan penanganan, tetapi bisa terjadi karena proses rujukan dan perpindahan pasien antarunit belum terkoneksi dengan cepat. Kini, koneksi antarunit tersebut mulai dibenahi.

Ia menilai, setiap bagian harus memahami tugasnya masing-masing agar pasien tidak menjadi pihak yang dirugikan karena persoalan koordinasi.

Gus Yasin menilai, perbaikan pelayanan di RSUD Dr Moewardi memiliki arti lebih luas karena rumah sakit tersebut menjadi salah satu wajah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Ia pun bersyukur masyarakat masih memberikan respons positif terhadap pelayanan Moewardi. Bahkan, pasien dari luar provinsi tetap datang untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.

Di sisi lain, RSUD Dr Moewardi kini memberi perhatian khusus terhadap lamanya pasien berada di IGD.

Direktur RSUD Dr Moewardi Yunita Dyah Suminar mengatakan, pasien kegawatdaruratan idealnya sudah mendapatkan kepastian penanganan maksimal enam jam setelah masuk IGD. Dalam rentang waktu tersebut, pasien harus sudah diputuskan apakah memerlukan operasi, rawat inap, atau perawatan di ICU.

Ia mengatakan, persoalan pasien yang berada lebih dari enam jam di IGD kini menjadi salah satu prioritas pembenahan. Jajaran struktural rumah sakit juga terus beradaptasi dengan berbagai persoalan yang muncul dalam pelayanan sehari-hari.

Indospektrum

Recent Posts

Tekan Angka Kemiskinan, Pemprov Jateng Perluas Program ‘Satu OPD Satu Desa Dampingan’

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan memperluas program Satu Organisasi Perangkat Desa (OPD)…

4 jam ago

UMS Jadi Co-Anchor Konsorsium Penanggulangan TBC Bersama 12 Kampus di Surakarta

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjadi salah satu dari 12 perguruan tinggi di…

4 jam ago

Platform Skrining Perkembangan Anak Mahasiswa UMS Sabet Silver Medal di WICE 2026

SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berhasil mengembangkan inovasi digital di bidang kesehatan…

21 jam ago

Dua Tim Mahasiswa UMS Sabet Medali Perak dan Perunggu di Lomba Esai NESCO 3 Bali

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada…

21 jam ago

Generasi Muda Harus Belajar dari Sejarah dan Al-Qur’an

SURAKARTA - Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pelajaran untuk membentuk generasi yang…

21 jam ago

Benning x Padelions 2026: Turnamen Padel Terbesar di Solo Mengusung Misi Kemanusiaan

SOLO – Olahraga padel di Kota Solo kini tidak hanya sekadar tren kompetisi fisik, melainkan…

21 jam ago

This website uses cookies.