SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Langkah tersebut diwujudkan Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) UMS melalui revitalisasi dan finalisasi kurikulum dengan melibatkan pakar nasional dan internasional.
Ketua Program Studi PTI UMS, Sukirman, Ph.D., mengatakan, keterlibatan pakar internasional memberikan perspektif global yang penting dalam pengembangan kurikulum. Menurutnya, percepatan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menuntut perguruan tinggi untuk mampu mengantisipasi kebutuhan masa depan tanpa meninggalkan fondasi pedagogik.
“Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial, berlangsung sangat cepat. Karena itu, kurikulum harus mampu mengantisipasi kebutuhan masa depan tanpa meninggalkan fondasi pedagogik yang kuat,” ungkapnya, Sabtu (15/8/2026).
Proses tersebut menjadi bagian strategis UMS dalam memastikan kurikulum PTI tidak hanya memenuhi ketentuan akademik dan akreditasi, tetapi juga mampu merespons perkembangan keilmuan informatika, transformasi digital, serta kebutuhan kompetensi masa depan. Pendekatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas lulusan PTI sebagai pendidik maupun praktisi teknologi.
Penyelarasan kurikulum bersama pakar internasional dilakukan dengan menghadirkan Prof. Dr. Thomas Köhler dari Technische Universität Dresden, Jerman. Melalui Focus Group Discussion (FGD), pembahasan diarahkan pada penerapan AI di pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi, termasuk peluang dan tantangan integrasi AI dalam pembelajaran serta pengembangan kompetensi digital.
Memasuki tahap finalisasi, PTI UMS melibatkan sejumlah pakar internal UMS pada Juli 2026, yakni Prof. Budi Murtiyasa, M.Kom., Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., dan Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd. Review tersebut difokuskan pada penelaahan dokumen kurikulum agar selaras dengan kebijakan akademik UMS, pendekatan Outcome-Based Education (OBE), serta ketentuan dan instrumen akreditasi terbaru Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
Para reviewer memberikan masukan terhadap sejumlah komponen, mulai dari struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, mekanisme asesmen, hingga pemetaan mata kuliah terhadap standar akreditasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap bagian kurikulum memiliki keterkaitan yang kuat dan terarah.
Selain melibatkan pakar internal, PTI UMS juga melaksanakan review eksternal dengan menghadirkan pakar kurikulum dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Priyanto, M.Kom. Kegiatan tersebut membahas penguatan visi keilmuan PTI serta penerjemahannya ke dalam struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, dan mata kuliah.
Ketua Task Force Revitalisasi Kurikulum PTI, Arif Setiawan, M.Eng., menjelaskan penyusunan kurikulum dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Masukan dari pakar internal maupun eksternal menjadi dasar penyempurnaan dokumen agar memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan teknologi.
“Kami berupaya memastikan bahwa setiap komponen kurikulum memiliki keterkaitan yang kuat, mulai dari visi keilmuan, profil lulusan, capaian pembelajaran, hingga implementasinya dalam mata kuliah,” jelasnya.
Sukirman menegaskan finalisasi kurikulum tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan. Kurikulum tersebut diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, memiliki kompetensi profesional sebagai pendidik maupun praktisi teknologi, serta siap menghadapi dinamika transformasi digital.
Rangkaian revitalisasi tersebut berujung pada finalisasi dokumen kurikulum PTI UMS yang selaras dengan pedoman UMS, standar LAMDIK, serta kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tahapan review bersama pakar internasional dilaksanakan pada 15 Desember 2025, sementara review eksternal bersama Dr. Priyanto, M.Kom., berlangsung di Yogyakarta pada 11 Juli 2026, disusul proses finalisasi bersama pakar internal UMS pada Juli 2026.
SEMARANG - Jarak menuju rumah sakit bukan persoalan sederhana bagi Retno. Dari Desa Kapulogo, Kecamatan…
SEMARANG - Jawa Tengah memasuki usia ke-81 dengan catatan ekonomi yang menunjukkan daya tahan di…
BEKASI - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat penguatan infrastruktur penunjang logistik kawasan industri di…
SOLO - Perekonomian Jawa Tengah tetap menunjukkan resiliensi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.…
SOLO - Masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id semakin mendekati batas…
CIBUBUR - Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah,…
This website uses cookies.