DENPASAR – Transformasi kelembagaan pendidikan tinggi kembali mencatatkan momentum strategis melalui penyerahan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 429/B/O/2026 tentang izin penggabungan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Bali dan Akademi Kebidanan Tunas Harapan Bangsa menjadi Universitas Bali Internasional Muhammadiyah.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) dilaksanakan secara resmi di Gedung Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Denpasar, Bali. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VIII , Prof. Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, yang menyerahkan dokumen kepada Rektor Universitas Bali Internasional Muhammadiyah, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.
Secara substantif, keputusan ini menandai legitimasi formal atas proses integrasi dua institusi pendidikan tinggi yang sebelumnya berdiri secara mandiri, menjadi satu entitas universitas yang diharapkan memiliki kapasitas akademik dan kelembagaan yang lebih komprehensif. Penggabungan ini tidak hanya merupakan langkah administratif, tetapi juga refleksi dari strategi penguatan tata kelola pendidikan tinggi berbasis efisiensi, mutu, dan daya saing global.
Rektor Universitas Bali Internasional Muhammadiyah menyampaikan bahwa penerimaan SK ini menjadi titik awal bagi penguatan institusi secara menyeluruh, baik dalam aspek akademik, tata kelola, maupun internasionalisasi. Komitmen terhadap pengembangan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi prioritas utama dalam fase awal operasional universitas.
“Penggabungan ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman. Kami optimistis Universitas Bali Internasional Muhammadiyah akan menjadi pusat unggulanbaru,” ujar Harun, Jumat (1/5/2026).
Dalam kerangka akademik, pendirian Universitas Bali Internasional Muhammadiyah menghadirkan spektrum program studi yang multidisipliner, meliputi bidang teknologi hingga bisnis. Hal ini menjadi indikasi bahwa universitas baru tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika global serta tuntutan pasar kerja yang semakin kompleks.
Dalam transformasi pendidikan, Universitas Bali Internasional Muhammadiyah juga mendapatkan dukungan penuh dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id dengan mengirimkan tiga guru besarnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah VIII dalam sambutannya menegaskan bahwa penggabungan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam mendorong konsolidasi perguruan tinggi agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya implementasi sistem penjaminan mutu internal yang kuat sebagai fondasi dalam mencapai standar nasional pendidikan tinggi.
Lebih lanjut, keberadaan universitas ini diharapkan mampu berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem pendidikan tinggi di Bali, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki integritas dan nilai-nilai keislaman yang berkemajuan.
Dengan diterbitkannya SK tersebut, Universitas Bali Internasional Muhammadiyah secara resmi memperoleh dasar hukum untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi, sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan institusi Muhammadiyah dalam memperluas kiprah pendidikan di tingkat nasional maupun global.
SOLO – Fenomena El Nino "Godzilla" menjadi perbincangan publik karena dinilai berpotensi membawa dampak besar…
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk…
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, masih akan melakukan pengkajian terhadap penerapan Pajak…
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF)…
JAKARTA - Dalam rangkaian momentum peringatan Hari Kartini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan…
SOLO - Minimnya sistem pemantauan berkelanjutan bagi pasien pascastroke masih menjadi tantangan serius dalam dunia…
This website uses cookies.