Rabu, 30 September 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Viral Komentar Nir-Empati Pasien BPJS, Pakar UMS Tekankan Etika Digital dan Manajemen Layanan Kesehatan

Indospektrum by Indospektrum
16 Agustus 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Dosen Fakultas Kedokteran UMS, Dr. dr. Yusuf Alam Romadhon, Sp.KKLP, M.Kes. Foto: Ist.

SOLO – Fenomena viralnya komentar nir-empati terhadap pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan. Persoalan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan etika individu tenaga kesehatan, tetapi juga dipengaruhi sistem pelayanan, beban kerja, manajemen rumah sakit, hingga kesejahteraan tenaga kesehatan.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Dr. dr. Yusuf Alam Romadhon, Sp.KKLP, M.Kes, menilai tenaga kesehatan harus tetap menjaga etika dan profesionalisme dalam kondisi apapun, termasuk ketika berkomunikasi di media sosial.

Menurutnya, etika profesi tidak hanya berlaku saat tenaga kesehatan berhadapan langsung dengan pasien, tetapi juga ketika menggunakan ruang digital. Setiap komentar di media sosial berpotensi dikonsumsi publik dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Memang kita harus menjaga etika, termasuk etika dalam berbicara maupun dalam mengetikkan jari. Apalagi membuat komentar-komentar yang mungkin tidak layak dikonsumsi oleh publik,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

Yusuf menjelaskan, persoalan pelayanan BPJS juga perlu dilihat secara lebih luas. Menurutnya, BPJS Kesehatan telah memberikan capaian besar dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Namun, tingginya jumlah peserta juga memberikan tantangan bagi fasilitas dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat memunculkan tekanan dan kelelahan ketika tuntutan pelayanan tidak sebanding dengan kapasitas tenaga kesehatan. Kelelahan fisik dan mental dapat mempengaruhi kemampuan tenaga kesehatan dalam mengontrol komunikasi.

“Tidak menutup kemungkinan ketika kelelahan, kemudian ada tuntutan banyak pasien, akhirnya terjadi burnout atau kelelahan mental. Ini bisa memicu penyedia layanan kesehatan tidak bisa mengontrol bicaranya,” ujarnya.

Meski demikian, Yusuf menegaskan kondisi tersebut tidak dapat menjadi alasan untuk mengabaikan profesionalisme. Tenaga kesehatan tetap memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

Dalam persoalan waktu tunggu kamar, ia menilai manajemen rumah sakit perlu membangun sistem yang mampu mengantisipasi penumpukan pasien. Pelayanan perlu dilihat sebagai sebuah rantai, mulai dari pasien datang hingga menyelesaikan masa perawatan.

“Kalau ilmu manajemennya bagus, bisa dilihat dari bagaimana rantai nilai atau value chain. Pasien masuk, kemudian siapa saja yang terlibat, semuanya bisa diatur,” katanya.

Pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI), menurut Yusuf, juga dapat digunakan untuk memprediksi lonjakan pasien sehingga rumah sakit dapat melakukan langkah antisipatif. Selain itu, diperlukan supervisor di lapangan yang dapat segera mengambil keputusan ketika menemukan pasien terlantar atau terjadi penumpukan.

Pelibatan keluarga pasien juga dinilai penting. Keluarga tidak hanya menjadi pengantar, tetapi dapat dilibatkan dalam proses perawatan agar pasien lebih cepat mandiri dan masa rawat atau length of stay dapat dipersingkat. Dengan demikian, tempat tidur rumah sakit dapat lebih cepat digunakan oleh pasien berikutnya.

Yusuf juga menekankan perlunya penguatan screening di layanan primer agar pasien yang dirujuk ke rumah sakit benar-benar membutuhkan penanganan lanjutan atau kondisi akut.

Ia menilai persoalan pelayanan BPJS tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Rumah sakit perlu memperbaiki tata kelola klaim dan mencegah fraud, sementara BPJS dan pemerintah perlu memastikan keberlanjutan pembiayaan kesehatan.

“Dari providernya juga harus menjaga profesionalitas,” tegasnya.

Dalam konteks Rumah Sakit (RS) UMS, Yusuf mendorong penguatan budaya pelayanan yang humanis melalui keseimbangan antara kualitas pelayanan dan kesejahteraan tenaga kesehatan. Prinsip work-life balance menjadi penting karena dokter, perawat, laboran, radiografer, dan tenaga kesehatan lainnya bekerja dengan tuntutan pelayanan selama 24 jam.

“Bagaimana menata agar setiap orang ketika on duty bisa memberikan performa sebaik-baiknya, itu tugas manajemen,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tenaga kesehatan di lingkungan Muhammadiyah membawa nama institusi dalam setiap pelayanan. Karena itu, profesionalisme dan kualitas pelayanan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.
Selain pelayanan, rumah sakit juga perlu memiliki sistem penanganan keluhan yang baik. Komplain pasien, menurut Yusuf, seharusnya tidak sekadar diredam, tetapi dijadikan bahan evaluasi untuk menemukan titik lemah pelayanan.

“Bagaimana mengubah komplain itu menjadi alasan kesetiaan pasien untuk kembali ke tempat kita,” katanya.

Yusuf berharap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berjalan beriringan dengan kesejahteraan tenaga kesehatan. Menurutnya, profesi kesehatan merupakan sebuah privilege yang memiliki tanggung jawab dan resiko besar.

“Profesi kesehatan itu sebuah privilege. Tidak semua orang mempunyai privilege itu. Tetapi privilege juga mempunyai konsekuensi,” pungkasnya.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Kukuhkan 45 Anggota Paskibraka Jateng 2026, Wagub Taj Yasin Pesan Pentingnya Integritas dan Kedisiplinan

Next Post

Anggun dan Luwes saat Tari Gambyong Menyapa Penumpang di Bandara Adi Soemarmo

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen saat Rapat Koordinasi TKPK, Selasa, 29 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Tekan Angka Kemiskinan, Pemprov Jateng Perluas Program ‘Satu OPD Satu Desa Dampingan’

by Indospektrum
30 September 2026
Ketua Pusat Studi TB HDCP UMS Noor Alis Setiyadi, S.K.M., M.K.M., Ph.D. Foto: Ist.
Indeks

UMS Jadi Co-Anchor Konsorsium Penanggulangan TBC Bersama 12 Kampus di Surakarta

by Indospektrum
30 September 2026
Tim KINDO.fun UMS saat awarding ceremony WICE 2026, tim berhasil menangi silver medal atau medali perak dalam ajang 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia. Foto : Ist.
Indeks

Platform Skrining Perkembangan Anak Mahasiswa UMS Sabet Silver Medal di WICE 2026

by Indospektrum
29 September 2026
Dua tim mahasiswa UMS berhasil menyabet meddali perak dan peruggu di lomba esai NESCO 3 Bali. Foto : Ist.
Indeks

Dua Tim Mahasiswa UMS Sabet Medali Perak dan Perunggu di Lomba Esai NESCO 3 Bali

by Indospektrum
29 September 2026
Seminar Nasional IQT Fair XII 2026 mengajak generasi muda belajar dari sejarah dan Al-Qur’an. Foto : Ist.
Indeks

Generasi Muda Harus Belajar dari Sejarah dan Al-Qur’an

by Indospektrum
29 September 2026
Next Post
Sejumlah penari pembawakan Tari Gambyong di Bandara Adi Soemarmo Solo, Minggu (16/8/2026). Foto: Ist.

Anggun dan Luwes saat Tari Gambyong Menyapa Penumpang di Bandara Adi Soemarmo

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen saat Rapat Koordinasi TKPK, Selasa, 29 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Tekan Angka Kemiskinan, Pemprov Jateng Perluas Program ‘Satu OPD Satu Desa Dampingan’

30 September 2026
Ketua Pusat Studi TB HDCP UMS Noor Alis Setiyadi, S.K.M., M.K.M., Ph.D. Foto: Ist.
Indeks

UMS Jadi Co-Anchor Konsorsium Penanggulangan TBC Bersama 12 Kampus di Surakarta

30 September 2026
Tim KINDO.fun UMS saat awarding ceremony WICE 2026, tim berhasil menangi silver medal atau medali perak dalam ajang 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia. Foto : Ist.
Indeks

Platform Skrining Perkembangan Anak Mahasiswa UMS Sabet Silver Medal di WICE 2026

29 September 2026
Dua tim mahasiswa UMS berhasil menyabet meddali perak dan peruggu di lomba esai NESCO 3 Bali. Foto : Ist.
Indeks

Dua Tim Mahasiswa UMS Sabet Medali Perak dan Perunggu di Lomba Esai NESCO 3 Bali

29 September 2026
Seminar Nasional IQT Fair XII 2026 mengajak generasi muda belajar dari sejarah dan Al-Qur’an. Foto : Ist.
Indeks

Generasi Muda Harus Belajar dari Sejarah dan Al-Qur’an

29 September 2026
Dokter pendiri Benning Aesthetic Clinic, dr. Kristian Sanjaya; Project Officer Padelions, Aland Adhi dan President Lions Club Solo Bengawan, Amelia Ong memberikan keterangan pers, Selasa (29/9/2026). Foto: Indospektrum.com
Indeks

Benning x Padelions 2026: Turnamen Padel Terbesar di Solo Mengusung Misi Kemanusiaan

29 September 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum