
SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo meraih penghargaan Bronze Winner Kategori Program Mahasiswa Berdampak Terbaik. Penghargaan diberikan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Penghargaan diserahkan dalam acara puncak Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 pada 6 Juni 2026.
Judul yang diusung oleh UNS pada Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2025 adalah “Implementasi Teknologi Tepat Guna dalam Pengolahan Sumberdaya Lokal dan Pemberdayaan Potensi Unggulan Berbasis Ekonomi Kreatif di Desa Gebang Kabupaten Wonogiri”.
Tim Pelaksana terdiri atas Dr. Haris Nugroho, S.Pd., M.Or. (Fakultas Keolahragaan), Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad, S.T.P., M.Sc. (Fakultas Pertanian) dan Ari Prasetyo, S.T., M.T. (Sekolah Vokasi) dan 22 anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS 2025.
Dr. Haris Nugroho, S.Pd., M.Or. selaku Pembina BEM UNS dan Ketua Tim Pelaksana menyampaikan rasa syukurnya karena kerja keras yang dilakukan membuahkan hasil dan mendapatkan penghargaan dari Kemendiktisaintek. Menurut catatan, pada Program Mahasiswa Berdampak 2025, terdapat 957 proposal yang dikirimkan ke Kemendiktisaintek.
Dari jumlah itu, selanjutnya terpilih 263 proposal didanai yang berasal dari 199 perguruan tinggi di Indonesia. Pada tahapan laporan akhir, terdapat 60 judul yang diundang pada Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak di Yogyakarta, dan di antara 60 judul tersebut UNS menyabet juara ke-3.
“Salah satu kunci dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah pendekatan multi-disiplin dalam menyelesaikan permasalahan mitra serta kekompakan seluruh anggota tim dan komunikasi antara pelaksana kegiatan dengan mitra,” kata Ari Prasetyo, S.T., M.T melalui keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).
Presiden BEM UNS 2025, M. Faiz Zuhdi, menyampaikan bahwa ketika program ini diluncurkan oleh Kemendiktisaintek pada pertengahan 2025, pihaknya difasilitasi Direktorat Kemahasiswaan untuk mengadakan pelatihan penyusunan proposal dengan mengundang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS.
“Sebelum dikirimkan ke Kemendiktisaintek, proposal kami mendapatkan pendampingan dan masukan dari reviewer internal UNS yang sangat detail yaitu Prof. Okid Parama Astirin, sehingga proposal kami menjadi jauh lebih baik,” kata M. Faiz Zuhdi.
Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad, S.T.P., M.Sc. menambahkan, pada Program Mahasiswa Berdampak 2025, UNS melakukan pemberdayaan Masyarakat untuk kelompok produktif UKM Brem Wonogiri Mekarsari dan PKK Desa Gebang. Kegiatan pemberdayaan Masyarakat mencakup aspek produksi, aspek pengelolaan keuangan serta aspek pemasaran.
Pada UKM Brem Wonogiri Mekarsari, salah satu kegiatan yang diunggulkan adalah diversifikasi produk brem dengan varian rasa cokelat. Sedangkan pada PKK Desa Gebang kegiatan difokuskan pada pelatihan pembuatan dodol dari gandos, yaitu hasil samping dari industri brem.
“Kami berharap, kemitraan antara UNS dengan Kabupaten Wonogiri terus ditingkatkan, sehingga dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak,” tutur Dimas.











