
SOLO – Tim Bengawan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih juara ketiga dalam kategori Prototype Internal Combustion Engine di ajang Shell Eco- Marathon Qatar 2026. Kompetisi ini berlangsung pada 21-25 Januari 2026 di Lusail International Circuit, dengan diikuti oleh 96 tim dari berbagai negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah.
Bengawan Team UNS kembali terjun ke kelas Prototype Internal Combustion Engine, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, Bengawan Team berhasil meraih juara 3 di ajang kompetisi yang diselenggarakan di Lusail International Circuit, Doha, Qatar.Tahun ini, kompetisi kembali berlangsung di sirkuit yang sama, dengan tantangan tambahan berupa kondisi cuaca dingin dan angin kencang saat perlombaan.
Meskipun menghadapi berbagai kendala dan masalah teknis selama kompetisi, Bengawan Team berhasil mengatasinya dengan baik. Hingga akhir perlombaan, tim mampu menyelesaikan balapan dan kembali finish di posisi ketiga. Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata dedikasi, inovasi, serta keunggulan teknik yang dimiliki oleh Bengawan Team UNS.
Kompetisi ini berlangsung ketat, dengan tim Semeru dari Universitas Negeri Malang dan tim Antarwirya dari Universitas Diponegoro masing- masing menempati posisi pertama dan kedua. Namun, Bengawan Team UNS berhasil keluar sebagai juara tiga, menunjukkan keterampilan dan strategi yang unggul, namun ada beberapa hal yang perlu dievaluasi.
Shell Eco-Marathon adalah kompetisi global bergengsi yang menantang tim mahasiswa untuk merancang, membangun, dan mengemudikan kendaraan paling efisien dalam penggunaan energi. Kompetisi di Lusail International Circuit ini menghimpun banyak tim berbakat, menjadikan kompetisi ini platform penting untuk memamerkan kemajuan dalam efisiensi bahan bakar dan teknologi otomotif.
Keberhasilan Tim Bengawan UNS adalah bukti dari kerja keras dan tekad mereka. Pendekatan inovatif dan keahlian teknis mereka telah menetapkan standar baru dalam kompetisi ini, menginspirasi tim- tim masa depan untuk terus mendorong batasan dalam desain kendaraan hemat energi.
General Manager Bengawan Team UNS, Dimas Aji Persada mengutarakan rasa bangganya kepada tim yang ia pimpin.
“Kami sangat bangga dengan prestasi tim kami dan akan kami maksimalkan di event selanjutnya,” kata Dimas Aji Persada melalui keterangan tertulis Humas UNS, Jumat (30/1/2026).
Babak final Shell Eco-Marathon Asia Pacific and Middle East 2026, melibatkan lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari 16 negara di Asia dan Timur Tengah termasuk Malaysia, Filipina, Thailand, Korea Selatan, Qatar, dan Arab Saudi.
“Alhamdulillah Bengawan Team berhasil menjadi yang nomor tiga di antara pesaing-pesaing hebat dan menunjukkan bahwa inovasi dan kerja keras tim kami layak diakui,” jelas mahasiswa Prodi Teknik Mesin UNS ini.
Iqbal Haris Nurudin, Vice Manager Bengawan Team juga menambahkan bahwa mereka sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga tim dapat meraih hasil terbaik dan berharap konsistensi ini berlanjut untuk kedepan sebagai upaya mahasiswa dalam menjaga lingkungan dengan mengurangi Global Warming Potential.
“Kami, Bengawan Team, mengucapkan terima kasih kepada para sponsor dan utamanya kepada pihak kampus (UNS) atas bantuan moril dan materil yang menjadi pilar kesuksesan kami di tahun ini serta motivasi untuk melanjutkan riset di tahun-tahun selanjutnya. Event tahun ini akan kami jadikan evaluasi untuk kedepannya supaya lebih baik lagi” imbuhnya.
Dalam kompetisi ini, Bengawan Team dibimbing oleh Dharu Feby Smaradhana, S.T., M.Sc.; Dr.Ir.Rendy Adhi Rachmanto, S.T., M.T.; dan Prof. Dr. Eng. Syamsul Hadi, M.T.











