Minggu, 20 September 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Bukan Sekadar Fisik, Pembangunan Rumah di Jateng Jadi Fondasi Kesejahteraan Warga Miskin

Indospektrum by Indospektrum
6 Mei 2026
in Indeks, News
0
Share on FacebookShare on Twitter
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak 2025 hingga awal triwulan I tahun 2026 telah membangun 281.312 rumah warga miskin di wilayahnya. Foto: Ist.

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan akselerasi signifikan dalam penanganan backlog perumahan. Sejak 2025 hingga awal triwulan I tahun 2026 telah membangun 281.312 rumah warga miskin di wilayahnya.

Pada 2025, realisasi pembangunan rumah mencapai 274.514 unit yang bersumber dari berbagai skema pendanaan. Pembangunan rumah itu menggunakan anggaran APBN, APBD Provinsi Jawa Tengah APBD kabupaten/kota, CSR perusahaan, dan Baznas, serta sumber lainnya.

Memasuki triwulan I 2026, pembangunan kembali bertambah 6.798 unit, sehingga total capaian mencapai 281.312 unit.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan, capaian tersebut menjadi bagian penting dalam menekan angka backlog perumahan di Jawa Tengah.

“Pada akhir 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 1,33 juta unit. Berkat upaya kolaboratif, sepanjang 2025 berhasil ditekan sekitar 274 ribu unit, sehingga awal 2026 turun menjadi sekitar 1,05 juta unit,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan penurunan backlog tersebut dapat dituntaskan dalam empat tahun ke depan melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta dukungan pemangku kepentingan seperti CSR, Baznas, pelaku usaha, dan masyarakat.

Penanganan backlog sendiri mencakup dua aspek, yakni kepemilikan rumah bagi masyarakat yang belum memiliki hunian serta peningkatan kelayakan rumah melalui perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Program ini tidak hanya membangun rumah baru, tetapi juga memperbaiki rumah yang tidak layak agar memenuhi standar hunian yang aman dan sehat,” jelas Boedy.

Penentuan penerima bantuan dilakukan berdasarkan data terpadu seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang kemudian diverifikasi melalui pengecekan lapangan, termasuk status lahan dan kondisi fisik bangunan.

Program ini juga menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap target nasional pembangunan 3 juta rumah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, program RTLH adalah wujud nyata kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat hidup di hunian yang layak, aman, dan sehat.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi agar semakin banyak warga terbantu dan backlog perumahan di Jawa Tengah bisa ditekan secara bertahap,” ungkap Ahmad Luthfi.

Menurutnya, penyediaan rumah bagi warga miskin bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya menghadirkan keadilan sosial.

“Kami ingin setiap keluarga di Jawa Tengah memiliki tempat tinggal yang layak sebagai fondasi untuk hidup lebih sejahtera dan produktif,” ungkap Gubernur.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya Subali, warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, yang kini dapat menempati rumah layak setelah sebelumnya tinggal menumpang.

“Saya senang sekali dapat bantuan rumah. Dulu tidak pernah kepikiran bisa punya rumah sendiri,” ujarnya.

Sebagai penjual bakso bakar keliling, penghasilan Subali tidak menentu. Namun kini, ia bersama istri dan anaknya bisa menikmati hunian yang lebih nyaman dan layak.

“Sekarang lebih nyaman punya rumah sendiri. Anak juga lebih semangat belajar,” katanya.

Sumar, warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, juga merasakan manfaat program renovasi RTLH. Rumahnya yang sebelumnya berdinding kayu kini telah diperbaiki menjadi tembok bata berlapis semen.

“Senang sekali mendapat bantuan RTLH. Saya merasa pemerintah benar-benar memperhatikan warganya,” ujarnya.

Sebagai petani sekaligus pekerja serabutan, Sumar mengaku kesulitan memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi. Penghasilannya yang tidak menentu membuat rencana renovasi kerap tertunda.

“Kadang buruh tani, kadang ikut tukang batu. Ingin memperbaiki rumah tapi belum punya biaya. Alhamdulillah sekarang bisa direnovasi,” katanya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut membuatnya lebih tenang dan termotivasi dalam bekerja. Kini, ia bersama istrinya dapat menempati rumah yang lebih layak dan kokoh.

“Rasanya lega, sekarang rumah lebih kuat dan atapnya sudah bagus,” tandasnya.

Bagi Subali, Sumar, dan ratusan ribu warga penerima manfaat program RTLH Jateng, rumah tersebut bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol kehadiran negara yang nyata bagi masyarakat kecil.

Tags: Ahmad LuthfiGubernur Jawa TengahRTLHRumah Tidak Layak Huni
Previous Post

Sekda Jateng Tegaskan Sanksi Bertingkat bagi 3.000 ASN Brebes Pengguna Presensi Fiktif

Next Post

Mengenal Albert dan Aimee Ang, Putra-Putri Asal Jateng yang Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Sebanyak 2.000 pelari meriahkan Fun Run yang digelar di Kota Surakarta, Minggu (20/09/2026) dalam rangka HUT ke-81 TNI. Foto: Ist.
Indeks

Sambut HUT ke-81 TNI, 2.000 Pelari Meriahkan Fun Run di Kota Solo

by Indospektrum
20 September 2026
Penutupan MTQ Nasional XXXI tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Jateng Raih Posisi Kedua MTQ Nasional XXXI, Taj Yasin Tekankan Pentingnya Pembinaan Berkelanjutan

by Indospektrum
20 September 2026
Mantan Kakorlantas Polri, Irjen Pol (Purn) Dr. Agus Suryonugroho. Foto: Ist.
Gagasan

HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Eks Kakorlantas Agus Suryonugroho: Kesadaran Jalan Raya Menjaga Kehidupan

by Indospektrum
20 September 2026
Penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Sabtu malam, 19 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

MTQ Nasional XXXI di Semarang Resmi Ditutup, Jateng Sabet Predikat Runner-Up

by Indospektrum
20 September 2026
KBIHU ARMINA bersama LPPIK UMS menyelenggarakan praktik ibadah haji di kawasan Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali, Sabtu, 19 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

KBIHU ARMINA Kartasura Gandeng LPPIK UMS Gelar Praktik Ibadah Haji di Boyolali

by Indospektrum
20 September 2026
Next Post
Aimee Ang dan Albert Ang, putra-putri berprestasi asal Jateng yang mampu mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Foto: Ist.

Mengenal Albert dan Aimee Ang, Putra-Putri Asal Jateng yang Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Sebanyak 2.000 pelari meriahkan Fun Run yang digelar di Kota Surakarta, Minggu (20/09/2026) dalam rangka HUT ke-81 TNI. Foto: Ist.
Indeks

Sambut HUT ke-81 TNI, 2.000 Pelari Meriahkan Fun Run di Kota Solo

20 September 2026
Penutupan MTQ Nasional XXXI tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Jateng Raih Posisi Kedua MTQ Nasional XXXI, Taj Yasin Tekankan Pentingnya Pembinaan Berkelanjutan

20 September 2026
Mantan Kakorlantas Polri, Irjen Pol (Purn) Dr. Agus Suryonugroho. Foto: Ist.
Gagasan

HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Eks Kakorlantas Agus Suryonugroho: Kesadaran Jalan Raya Menjaga Kehidupan

20 September 2026
Penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Sabtu malam, 19 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

MTQ Nasional XXXI di Semarang Resmi Ditutup, Jateng Sabet Predikat Runner-Up

20 September 2026
KBIHU ARMINA bersama LPPIK UMS menyelenggarakan praktik ibadah haji di kawasan Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali, Sabtu, 19 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

KBIHU ARMINA Kartasura Gandeng LPPIK UMS Gelar Praktik Ibadah Haji di Boyolali

20 September 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri Gala Dinner Festival Pertengahan Musim Gugur di Kota Semarang, Sabtu, 19 September 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

Ahmad Luthfi Sebut Jawa Tengah Rumah Bersama Semua Etnis dan Investor

20 September 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum