Categories: IndeksNews

Kabar Gembira, Pendaftaran Beasiswa Santri Jawa Tengah 2026 Dibuka 18 Februari

Ketua LFSP Provinsi Jawa Tengah, Prof Dr KH Hasyim Muhammad mengumumkan dibukanya Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026 di Lobby Gedung A Lantai 1 Kantor Gubernur Jawa Tengah Semarang, Rabu 4 Februari 2026. Foto: Ist.

SEMARANG – Kabar gembira. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengumumkan dibukanya Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026. Ada lima jenis beasiswa yang dibuka khusus untuk para santri yang berasal dari Jawa Tengah ini. Pendaftaran mulai tanggal 18 Februari 2026 dan berakhir 1 Agustus 2026.

Pengumuman ini disampaikan Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Prof Dr KH Hasyim Muhammad, Kamis, 4 Februari 2026, di Lobby Gedung A Lantai 1 Kantor Gubernur Jawa Tengah Semarang.

“Berdasarkan keputusan Gubernur Jateng, LFSP diamanatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan memberikan akses pendidikan tinggi bagi santri melalui pemberian beasiswa,” jelas Prof Hasyim.

Prof Hasyim, sapaan akrabnya, mengatakan, ada lebih dari 5.000 pesantren di Jawa Tengah, merupakan modal besar dalam pembangunan daerah. Namun demikian, pendidikan tinggi untuk kalangan santri belum optimal, disebabkan karena kondisi dan ekonomi santri yang masih terbatas.

Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, memiliki sumber daya manusia yang potensial. Ini sekaligus tantangan dalam meningkatkan kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat. Upaya dalam meningkatkan kualitas SDM adalah melalui akses pendidikan tinggi.

“Terbitnya Pergub Jateng Nomor 17 Tahun 2025, menjadi landasan hukum kuat untuk memberikan fasilitasi dalam peningkatan SDM santri melalui berbagai program,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bidang Beasiswa dan Pelatihan LFSP, Prof Akhmad Syakir Kurnia menjelaskan, pendaftaran akan dibuka pada tanggal 18 Februari 2026 dan berakhir pada 1 Agustus 2026.

Beasiswa ini terdiri dari lima jenis, meliputi, Santri Vokasi dan S1 dalam negeri, Santri Vokasi dan S-1 Luar Negeri, Program Studi S 1 Luar Negeri (Double Degree), Program Studi S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman) di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi’i Yaman, serta beasiswa pengasuh pesantren program S2 dan S3 Dalam Negeri.

“Tata cara mengenai syarat pendaftaran dapat diakses melalui aplikasi JNN – Jateng Ngopeni Nglakoni yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore, dan petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui Website Pemprov Jateng, www.jatengprov.go.id,” jelasnya.

Prof Syakir menambahkan, beasiswa santri ini sangat menarik, karena membuka peluang bidang pendidikan yang luas. Antara lain kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, serta bidang keislaman.

Adapun negara yang menjadi tempat menempuh ilmu, antara lain, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, Filiphina, atau negara lain yang memenuhi kriteria LFSP.

“Mahasiswa yang memenuhi syarat akan mendapatkan manfaat bantuan UKT, biaya hidup per bulan bagi mahasiswa luar negeri, bantuan untuk visa, tiket PP ke negara tujuan, serta asuransi per bulan,” katanya.

Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangun Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Wahid Abdulrahman menambahkan, beasiswa untuk santri dan pengasuh pesantren ini merupakan pelaksanaan satu dari sebelas Program Prioritas Gubernur Jawa Tengah Akhmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 7 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025 – 2029, yakni, mewujudkan “pendidikan yang berkualitas untuk siswa miskin, guru, santri, penghafall Quran, untuk sekolah ke dalam dan luar negeri bagi yang berprestasi”.

“Ayo santri di Jawa Tengah segera mendaftarkan diri, karena ini kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas SDM Santri di Jawa Tengah,” tandas Wahid.

Wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan, beasiswa santri dan pengasuh pesantren ini realisasi dari program Pesantren Obah, salah satu dari 11 program prioritas dirinya bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Sejak awal memang ditargetkan realisasi awal tahun 2026.

“Alhamdulilah tahun kedua ini (2026), kami, sudah bisa mengirim santri belajar ke luar negeri,”ujarnya.

Dia berharap, setelah empat tahun mereka menimba ilmu di kampus luar negeri, akan kembali ke tanah air untuk membantu penguatan pendidikan pesantren.

“Setelah empat tahun nanti kita bisa mengetik hasilnya. Santri kita kembalikan ke pesantrennya untuk mengabdikan ilmunya,” terangnya.

Indospektrum

Recent Posts

EXIT 2026 Arsitektur UMS Hadirkan Karya Desain untuk Merespons Persoalan Masyarakat

SURAKARTA – Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggelar EXIT 2026: Architecture of…

17 jam ago

Resmi jadi Ruang Ibadah, Taj Yasin Bidik Potensi Wisata Religi Candi Prambanan hingga Borobudur

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh pemanfaatan Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon…

18 jam ago

JTAB Petani Gajian: Terobosan Pemprov Jateng Beri Kepastian Modal, Gaji UMK, dan Pasar bagi Petani

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) menggulirkan program…

18 jam ago

Investor Asal Dubai Puas Langkah Cepat Jateng Realisasikan Investasi Mini Refinery

SEMARANG — Rencana investasi pembangunan mini refinery berkapasitas 10 ribu barel per hari senilai Rp5…

18 jam ago

Ahmad Luthfi Minta Penataan Kawasan PRPP Jawa Tengah Jadi Prioritas Utama

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta pembenahan kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan…

21 jam ago

Ribuan Warga Padati Simpang Lima, Meriahkan Malam MTQ Nasional XXXI di Semarang

SEMARANG - Antusiasme masyarakat Jawa Tengah menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI sangat tinggi.…

21 jam ago

This website uses cookies.