
SOLO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan sejumlah Kereta Api (KA) tambahan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat menjelang libur nasional dan long weekend peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Layanan ekstra disiapkan untuk periode keberangkatan 15 hingga 19 Januari 2026.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjawab antusiasme masyarakat yang ingin memanfaatkan momen libur panjang untuk bepergian bersama keluarga secara aman dan nyaman.
“KAI Daop 6 siap melayani mobilitas pelanggan dengan pengoperasian KA tambahan, mulai dari kelas ekonomi hingga eksekutif,” ujar Feni dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu (14/1/2026).
Hadirnya jadwal tambahan ini memberikan fleksibilitas lebih bagi calon penumpang dalam menentukan waktu keberangkatan.
Berikut adalah daftar KA tambahan yang beroperasi pada periode tersebut:
1. KA Tambahan YK-GMR (7037) relasi Stasiun Yogyakarta – Gambir keberangkatan pukul 18:20 WIB
2. KA Sancaka (88F) relasi Stasiun Yogyakarta – Surabaya Gubeng keberangkatan pukul 22:25 WIB
3. KA Batavia (7005) relasi Stasiun Solo Balapan – Gambir keberangkatan pukul 22:56 WIB
4. KA Gajayana Tambahan (7002/7001) relasi Stasiun Malang – Gambir PP
Mengingat tingginya minat masyarakat pada periode libur panjang, Feni mengimbau masyarakat untuk melakukan perencanaan matang. Tiket sudah dapat dipesan sejak H-45 keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya.
Selain itu, KAI juga menekankan pentingnya manajemen waktu bagi para penumpang:
– Pemesanan Dini: Segera amankan tiket karena kuota terbatas.
– Datang Lebih Awal: Penumpang disarankan mengatur waktu keberangkatan dari rumah agar tidak tertinggal kereta dan menghindari terburu-buru yang dapat membahayakan keselamatan.
– Cek Jadwal: Pastikan kembali jam keberangkatan yang tertera di tiket.
“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu agar pengalaman mudik atau berwisata masyarakat tetap prima,” tutup Feni.











