Minggu, 21 Juni 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Mengenal Fenomena El Nino “Godzilla”: Penjelasan Pakar Geografi UMS Terkait Dampaknya bagi Indonesia

Indospektrum by Indospektrum
1 Mei 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Ilustrasi – El Nino Godzila. Foto: Gemini.

SOLO – Fenomena El Nino “Godzilla” menjadi perbincangan publik karena dinilai berpotensi membawa dampak besar terhadap iklim di Indonesia. Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id , Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si., menjelaskan bahwa istilah tersebut bukan istilah ilmiah resmi.

Menurutnya, “Godzilla” hanya menggambarkan kekuatan El Nino yang sangat besar atau super. El Nino merupakan fenomena kenaikan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi ini menyebabkan perubahan tekanan udara yang berdampak pada pergerakan angin global.

“Akibatnya, wilayah Indonesia mengalami penurunan curah hujan dan musim kemarau menjadi lebih panjang,” kata Kuswaji Dwi Priyono yang juga Guru Besar Program Studi Geografi Fakultas Geografi UMS, Jumat (1/5/2026).

Kuswaji menyebut bahwa fenomena ini memiliki siklus periodik sekitar 5 hingga 7 tahun. Dalam setiap siklus tersebut, intensitasnya bisa berbeda, mulai dari lemah hingga sangat kuat. El Nino “Godzilla” merujuk pada fase terkuat dari siklus tersebut.

Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026 terdapat peluang sekitar 70 persen terjadinya El Nino. Fenomena ini diperkirakan mulai berkembang pada pertengahan tahun. Dampaknya dapat berlangsung hingga akhir tahun dengan intensitas yang belum bisa dipastikan.

“Dampak utama dari El Nino kuat adalah meningkatnya suhu udara dan berkurangnya curah hujan. Kondisi ini berpotensi memicu kemarau panjang di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, musim kemarau yang biasanya berakhir pada Oktober bisa bergeser hingga Desember,” papar Kuswaji.

Dikatakannya, saat ini Indonesia masih berada dalam masa pancaroba. Peralihan dari angin muson barat ke muson timur menyebabkan cuaca tidak menentu. Hal ini menjadi bagian dari dinamika iklim yang normal terjadi setiap tahun.

Ia juga menekankan bahwa wilayah Indonesia Timur memiliki risiko lebih besar terdampak El Nino. Secara geografis, wilayah tersebut lebih dekat dengan Samudera Pasifik. Akibatnya, intensitas panas dan kekeringan bisa lebih ekstrem dibanding wilayah lain.

Selain kekeringan, dampak lain yang perlu diwaspadai adalah penurunan produksi pertanian. Kekurangan air akan memengaruhi produktivitas padi dan komoditas lainnya. Hal ini dapat berdampak pada ketahanan pangan nasional.

Kuswaji juga mengingatkan adanya potensi gelombang panas. Suhu yang meningkat dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi pihak yang paling berisiko.

“Fenomena ini dipengaruhi oleh posisi geografis Indonesia yang berada di antara dua samudra dan dua benua. Interaksi antara Samudera Hindia dan Pasifik serta Benua Asia dan Australia menciptakan dinamika iklim yang kompleks. Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan terhadap anomali cuaca,” tambahnya.

Selain faktor global, perubahan tata guna lahan juga memperparah dampak yang terjadi. Deforestasi dan alih fungsi hutan mengurangi kemampuan tanah menyerap air. Akibatnya, keseimbangan siklus air menjadi terganggu.

Untuk itu, Kuswaji mengajak masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Ia menekankan pentingnya upaya mitigasi seperti penghijauan dan konservasi air. Salah satunya melalui pembuatan biopori dan penyerapan air hujan ke dalam tanah.

Ia juga menegaskan peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan. UMS bersama mahasiswa aktif melakukan kegiatan penghijauan dan edukasi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak El Nino “Godzilla”.

Tags: El NinoEl Nino GodzillaUMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Utusan KSAD Bertemu Ahmad Luthfi, Bahas Rencana Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar

Next Post

Universitas Bali Internasional Muhammadiyah Resmi Berdiri, Hasil Merger Dua Institusi Besar

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Pembukaan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu pagi (20/6/2026). Foto: Ist.
Indeks

Ribuan Gen Z dan Gen Alpha Meriahkan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe

by Indospektrum
20 Juni 2026
Para pesepeda menikmati ziarah budaya bertajuk Jasirah Heritage Cycling 2026. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Menyusuri Jejak Masa Lalu: Jasirah Heritage Cycling 2026 Rajut Sejarah dan Pariwisata Jawa Tengah

by Indospektrum
20 Juni 2026
Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta terus melakukan penyerapan gabah/beras di Solo Raya. Foto: Ist.
Indeks

Jelang Panen Gadu, BULOG Surakarta Perluas Penyerapan Gabah di Wilayah Solo Raya

by Indospektrum
20 Juni 2026
Yudisium dan pembekalan calon wisudawan Pendidikan Jasmani FKIP UMS. Foto: Ist.
Indeks

Perkuat Kaderisasi, Prodi Penjas UMS Pastikan Lulusan Miliki KTAM

by Indospektrum
20 Juni 2026
Panashe Ndlovu, lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Kelas Internasional asal Zimbabwe. Foto: Ist.
Indeks

Wisuda Periode IV 2025/2026, UMS Luluskan 1.217 Wisudawan dan Kukuhkan 10 Mahasiswa Internasional

by Indospektrum
20 Juni 2026
Next Post
Penyerahan SK tentang izin penggabungan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Bali dan Akademi Kebidanan Tunas Harapan Bangsa menjadi Universitas Bali Internasional Muhammadiyah. Foto: Ist.

Universitas Bali Internasional Muhammadiyah Resmi Berdiri, Hasil Merger Dua Institusi Besar

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Pembukaan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu pagi (20/6/2026). Foto: Ist.
Indeks

Ribuan Gen Z dan Gen Alpha Meriahkan Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe

20 Juni 2026
Para pesepeda menikmati ziarah budaya bertajuk Jasirah Heritage Cycling 2026. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Menyusuri Jejak Masa Lalu: Jasirah Heritage Cycling 2026 Rajut Sejarah dan Pariwisata Jawa Tengah

20 Juni 2026
Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta terus melakukan penyerapan gabah/beras di Solo Raya. Foto: Ist.
Indeks

Jelang Panen Gadu, BULOG Surakarta Perluas Penyerapan Gabah di Wilayah Solo Raya

20 Juni 2026
Yudisium dan pembekalan calon wisudawan Pendidikan Jasmani FKIP UMS. Foto: Ist.
Indeks

Perkuat Kaderisasi, Prodi Penjas UMS Pastikan Lulusan Miliki KTAM

20 Juni 2026
Panashe Ndlovu, lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Kelas Internasional asal Zimbabwe. Foto: Ist.
Indeks

Wisuda Periode IV 2025/2026, UMS Luluskan 1.217 Wisudawan dan Kukuhkan 10 Mahasiswa Internasional

20 Juni 2026
Prosesi Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 UMS yang memakai gelang barcode berbasis AI, Sabtu (20/6/2026). Foto: Ist.
Indeks

Inovasi Wisuda UMS: Gunakan Gelang Barcode Berbasis AI untuk Efisiensi Prosesi

20 Juni 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum