
SOLO – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menghadirkan program Pojok Harmoni bagi masyarakat Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.
Sebanyak 37 ibu-ibu PKK, 6 anak, dan 4 anggota tim monitoring dan evaluasi mengikuti rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan senam bersama, Selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan kesehatan umum dan pemeriksaan gigi secara bersama-sama oleh bidan dan tim dari Gigigo.
Musakinah Oktafira Aura Wijaya dari Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali menyebut, kegiatan ini dikemas khusus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Kegiatan mengusung tema “Pojok Harmoni: Merayakan Kemerdekaan, Menguatkan Perempuan, dan Memberdayakan Masyarakat melalui Kesehatan dan Edukasi Psikologi.”
“Pojok Harmoni merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap minggu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan penerapan ilmu psikologi. Program ini menyasar masyarakat, khususnya perempuan dan ibu-ibu, untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun dukungan sosial, serta meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental,” kata Musakinah, Sabtu (5/9/2026).
Melalui edisi khusus kemerdekaan, lanjutnya, Pojok Harmoni memadukan edukasi psikologi dengan kegiatan kesehatan, hiburan, dan kebersamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, bertumbuh, dan saling mendukung, sekaligus meningkatkan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial.
Dalam pelaksanaannya, suasana semakin meriah dengan perlombaan estafet karet dan joget balon. Selain menjadi hiburan, perlombaan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antar warga.
Kegiatan Pojok Harmoni menghadirkan edukasi Psychological First Aid (PFA) yang disampaikan oleh Arimby Dwinda Putri. Peserta diperkenalkan pada pentingnya memberikan dukungan psikologis awal kepada orang yang sedang menghadapi situasi sulit.
Dalam penyampaiannya, Arimby menekankan bahwa dukungan tidak selalu berupa solusi. Seseorang terkadang hanya membutuhkan ruang untuk bercerita dan didengarkan.
“Ibu boleh lelah, ibu boleh bercerita, ibu boleh meminta bantuan, ibu juga berhak memiliki ruang untuk dirinya sendiri. Kadang kita tidak membutuhkan seseorang yang langsung memberi solusi. Kita hanya membutuhkan seseorang yang bersedia berkata: aku dengarkan,” ujar Arimby.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang perwakilan ibu-ibu PKK, Ibu Indra mengaku senang mengikuti Pojok Harmoni edisi kemerdekaan tersebut.
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan hari ini. Acaranya menyenangkan karena ada senam, permainan, pemeriksaan kesehatan, dan pemeriksaan gigi gratis. Materi yang disampaikan juga sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang sudah lanjut usia,” katanya.
Kegiatan yang terselenggara di Taman Punokawan, Gumukrejo, Desa Catur, Sabtu (22/8/2026) tersebut, mendapat antusiasme dan respons positif dari masyarakat. Selain menikmati hiburan dalam suasana perayaan kemerdekaan, peserta juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan serta pengetahuan psikologis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.











