Selasa, 6 Oktober 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

UMS Perkuat Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Indospektrum by Indospektrum
5 Oktober 2026
in Indeks, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter
Diskusi penguatan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) atau Information Security Management System (ISMS) di ruang sidang BPH, Gedung Induk Siti Walidah Lantai 6 Sayap Selatan, Senin (5/10/2026). Foto : Ist.

SURAKARTA – Keamanan informasi menjadi salah satu tantangan penting bagi perguruan tinggi seiring meningkatnya ketergantungan terhadap sistem digital dalam pengelolaan akademik, keuangan, penelitian, hingga layanan mahasiswa. Kebocoran data, akses informasi tanpa kewenangan, hingga serangan siber dapat berdampak pada keberlangsungan layanan dan reputasi institusi.

Kondisi tersebut mendorong Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat tata kelola keamanan informasi melalui penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) atau Information Security Management System (ISMS). Penguatan tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di ruang sidang BPH, Gedung Induk Siti Walidah Lantai 6 Sayap Selatan, Senin (5/10/2026).

Konsultan ISO/IEC 27001:2022, Franciscus Martatko F S.T menjelaskan, bahwa keamanan informasi tidak hanya berkaitan dengan sistem teknologi, tetapi mencakup seluruh aktivitas dan aset informasi yang dimiliki perguruan tinggi.

“Implementasi ISO ini dinilai krusial karena menyangkut reputasi kampus, di mana seluruh aktivitas kampus pasti melibatkan aliran informasi,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah insiden keamanan siber yang pernah terjadi di berbagai institusi menunjukkan bahwa ancaman terhadap informasi dapat muncul dari berbagai sisi. Bahkan, perkembangan artificial intelligence (AI) turut menghadirkan bentuk kerentanan baru dalam sistem informasi kampus.

Ia menegaskan bahwa keamanan informasi tidak dapat disamakan dengan cyber security. Cyber security merupakan salah satu bagian dari keamanan informasi yang cakupannya lebih luas. “Keamanan informasi tidak sama dengan cyber security, cyber security hanyalah bagian dari keamanan informasi,” jelasnya.

Dalam penerapannya, keamanan informasi bertumpu pada tiga prinsip utama yang dikenal sebagai CIA, yakni confidentiality, integrity, dan availability. Informasi harus dijaga kerahasiaannya, keutuhannya, serta ketersediaannya ketika dibutuhkan.

Prinsip tersebut, menurut Franciscus, tidak hanya berlaku pada sistem teknologi. Tindakan sederhana seperti mengunci layar telepon seluler dengan PIN, tidak meninggalkan laptop dalam kondisi terbuka, hingga mengatur siapa yang memiliki hak akses terhadap dokumen merupakan bagian dari praktik keamanan informasi.

Karena itu, keamanan informasi bukan semata-mata menjadi tanggung jawab unit teknologi informasi. Setiap individu di lingkungan kampus perlu memiliki pola pikir berbasis risiko atau risk-based thinking dalam mengelola informasi sehari-hari.

“Merupakan sebuah kesalahan jika menganggap keamanan informasi hanya menjadi tanggung jawab unit teknologi informasi seperti DSTI,” katanya.

Ia menjelaskan, Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI) di UMS dalam konteks keamanan informasi berperan sebagai technical custodian yang menyiapkan infrastruktur. Sementara itu, tanggung jawab atas keamanan aset informasi berada pada unit dan pemilik informasi masing-masing.

Pengelolaan tersebut perlu dimulai dengan pemetaan aset informasi, pemilik data, proses bisnis, hingga potensi risiko yang muncul. Risiko kemudian dicatat dalam risk register, dilakukan risk assessment, serta ditentukan langkah risk treatment dan kontrol yang sesuai.

UMS sendiri telah memiliki asset register sebagai salah satu langkah awal pemetaan aset informasi. Namun, penguatan berikutnya perlu dilakukan dengan memastikan keterkaitan antara aset, proses, data owner, dan technical custodian.

Franciscus juga menyoroti pentingnya pengaturan klasifikasi informasi dan hak akses. Informasi dapat dikategorikan, antara lain, sebagai public, restricted, dan confidential, sehingga tidak semua dokumen dapat diakses oleh setiap pengguna.

Menurutnya, pengaturan tersebut penting untuk mencegah informasi yang seharusnya terbatas justru dapat diakses melalui sistem pencarian atau aplikasi tertentu.

Franciscus menilai, keberhasilan penerapan SMKI tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi terutama membutuhkan komitmen dan kepemimpinan (leadership) dari pimpinan institusi. “Tim SMKI ini cuma dibutuhkan tekad dan leadership,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sejumlah dokumen pendukung penerapan SMKI di UMS telah disiapkan, mulai dari kebijakan keamanan informasi, metode penilaian risiko, asset register, risk register, risk treatment plan, Statement of Applicability (SoA), SOP dan prosedur, hingga evidence register, program audit internal, dan management review.

Tahapan berikutnya adalah melakukan review dan penyesuaian dokumen agar sesuai dengan konteks dan kebutuhan UMS. Setelah pendampingan, proses dapat dilanjutkan dengan internal audit, management review, audit eksternal, hingga sertifikasi ISO/IEC 27001:2022.

Wakil Rektor IV UMS, Prof Dr dr EM Sutrisna M.Kes menegaskan, keamanan data perlu menjadi perhatian bersama karena sistem digital telah menjadi bagian penting dari proses bisnis pendidikan di UMS.

Ia menyebut UMS pernah menghadapi gangguan terhadap sistem digital. Karena itu, penguatan mitigasi menjadi bagian penting dalam pembahasan keamanan informasi. “Makanya bahaya sekali informasi yang dibobol oleh hacker,” ujarnya.

Em Sutrisna menambahkan bahwa aspek keamanan informasi tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Sejumlah risiko justru dapat diminimalkan melalui perubahan perilaku, kebiasaan, kebijakan, serta pengaturan penggunaan sistem dan lisensi perangkat lunak.

“Kita harus memanajemen, memanfaatkan dana yang terbatas itu untuk sistem IT. Tentu nanti kita harus merumuskan mitigasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur DSTI UMS, Ir Bana Handaga M.T Ph.D menjelaskan bahwa program SMKI merupakan bagian dari upaya UMS meningkatkan kualitas layanan digital melalui sertifikasi ISO/IEC 27001.

Menurutnya, meskipun sertifikasi tersebut bukan kewajiban bagi perguruan tinggi, keberhasilannya akan menjadi nilai tambah dalam menunjukkan komitmen institusi terhadap pengelolaan keamanan informasi.

“Ini salah satu dari program DSTI yang memang awal, yaitu dalam rangka kita akan mencoba untuk meningkatkan kualitas layanan digital di universitas ini dengan cara sertifikasi,” ungkapnya.

Bana menegaskan bahwa keterlibatan lintas unit menjadi hal penting karena DSTI hanya menyediakan infrastruktur, sedangkan aset dan pemilik data berada di berbagai unit kerja. Data akademik, keuangan, sumber daya manusia, penelitian, hingga layanan mahasiswa memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda sehingga pengelolaannya membutuhkan keterlibatan masing-masing pemilik informasi.

“Kenapa kita melibatkan hampir semua unit? Karena memang DSTI sebenarnya dalam hal ini hanya menyediakan infrastruktur, sedangkan pemilik data dan yang lain-lain itu sebenarnya malah di unit-unit terkait,” jelasnya.

Ia berharap pembentukan tim SMKI dapat memperjelas peran masing-masing unit dalam menjaga aset informasi sekaligus memastikan kebijakan keamanan informasi dapat diterapkan secara konsisten.

Tags: AIdata mahasiswakeamanan informasi digitalUMS
Previous Post

BIM University, Cara Mahasiswa Rasakan Pengalaman Internasional

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Gladis saat menyampaikan kesan dan alasannya memilih BIM University. Foto : Ist.
Indeks

BIM University, Cara Mahasiswa Rasakan Pengalaman Internasional

by Indospektrum
5 Oktober 2026
Pemberian sertifikat kepada siswa yang telah diterima di BIM University. Foto : Ist.
Indeks

BIM University Fasilitasi Calon Mahasiswa Kenal Lebih Dekat dengan Kampus

by Indospektrum
5 Oktober 2026
Ketua tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Dr Triono Ali Mustofa S.Pd.I M.Pd.I. Foto : Ist.
Indeks

Raih Hibah Internasional 2026, Tim Pengabdian MPAI UMS Reduksi Bullying Verbal Siswa Transisi di Malaysia

by Indospektrum
5 Oktober 2026
Ibu-ibu PKK Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan keterampilan produktif yang berpotensi mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Foto : Ist.
Indeks

Mahasiswa UMS Latih Warga Karangmojo Weru Racik Sabun Cuci Piring

by Indospektrum
5 Oktober 2026
Tim FHIP UMS raih juara II Policy Brief 2026. Foto : Ist.
Indeks

Kritisi Perlindungan WNI di Luar Negeri, Tim Mahasiswa UMS Raih Juara II Policy Brief 2026

by Indospektrum
5 Oktober 2026

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Diskusi penguatan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) atau Information Security Management System (ISMS) di ruang sidang BPH, Gedung Induk Siti Walidah Lantai 6 Sayap Selatan, Senin (5/10/2026). Foto : Ist.
Indeks

UMS Perkuat Sistem Manajemen Keamanan Informasi

5 Oktober 2026
Gladis saat menyampaikan kesan dan alasannya memilih BIM University. Foto : Ist.
Indeks

BIM University, Cara Mahasiswa Rasakan Pengalaman Internasional

5 Oktober 2026
Pemberian sertifikat kepada siswa yang telah diterima di BIM University. Foto : Ist.
Indeks

BIM University Fasilitasi Calon Mahasiswa Kenal Lebih Dekat dengan Kampus

5 Oktober 2026
Ketua tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Dr Triono Ali Mustofa S.Pd.I M.Pd.I. Foto : Ist.
Indeks

Raih Hibah Internasional 2026, Tim Pengabdian MPAI UMS Reduksi Bullying Verbal Siswa Transisi di Malaysia

5 Oktober 2026
Ibu-ibu PKK Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan keterampilan produktif yang berpotensi mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Foto : Ist.
Indeks

Mahasiswa UMS Latih Warga Karangmojo Weru Racik Sabun Cuci Piring

5 Oktober 2026
Tim FHIP UMS raih juara II Policy Brief 2026. Foto : Ist.
Indeks

Kritisi Perlindungan WNI di Luar Negeri, Tim Mahasiswa UMS Raih Juara II Policy Brief 2026

5 Oktober 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum