SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meresmikan Gedung Islamic Economics and Business Center sebagai bagian dari Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Tahun 2025 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Selasa (10/2/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis UNS dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada BPKH atas dukungan nyata melalui Program Kemaslahatan sehingga pembangunan gedung tersebut dapat terealisasi. Pembangunan Gedung Islamic Economics and Business Center UNS telah dimulai sejak Juli 2025 dan kini siap dimanfaatkan secara optimal.
“Gedung ini merupakan wujud kolaborasi, visi kebangsaan, serta komitmen bersama dalam membangun masa depan ekonomi syariah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujar Prof. Hartono.
Menurut Prof. Hartono, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor keuangan syariah dan industri halal. Namun demikian, potensi tersebut masih memerlukan penguatan dari sisi pengembangan sumber daya manusia, riset, serta ekosistem pendukung yang berkelanjutan. Kehadiran Islamic Economics and Business Center di UNS diharapkan menjadi kontribusi konkret perguruan tinggi dalam menjawab tantangan tersebut.
Lebih lanjut, Rektor UNS menegaskan bahwa pembangunan Islamic Economics and Business Center sejalan dengan strategi DREAMTEAM UNS, khususnya nilai Active, yaitu semangat untuk membangun kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, hingga masyarakat sipil.
“Universitas tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen solusi yang hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Gedung Islamic Economics and Business Center UNS diharapkan menjadi pusat unggulan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada pengembangan ekonomi dan bisnis syariah yang berbasis keilmuan dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Selain itu, Islamic Economics and Business Center UNS juga diproyeksikan menjadi ruang lahirnya gagasan inovatif, riset aplikatif, serta pusat sinergi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat lokal, nasional, hingga global. UNS berharap pusat ini mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga integritas, etika, dan kepedulian sosial.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UNS turut menyampaikan apresiasi kepada FEB UNS beserta seluruh pihak yang telah mempersiapkan pengelolaan dan pemanfaatan gedung secara berkelanjutan. UNS juga membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, lembaga zakat dan wakaf, dunia industri, serta mitra internasional.
“Semoga kehadiran Islamic Economics and Business Center UNS dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, tidak hanya bagi sivitas akademika UNS, tetapi juga bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPKH, Dr. Mulyadi, S.E., M.M., M.Si., menyampaikan BPKH melalui Dana Abadi Umat memiliki fungsi kemaslahatan, salah satunya diwujudkan melalui dukungan terhadap pembangunan di bidang pendidikan. Nilai kemaslahatan inilah yang menjadi dasar BPKH dalam mendukung pembangunan Gedung Islamic Economics and Business Center di UNS.
“Kami menyambut baik langkah UNS yang tidak hanya menerima pembangunan gedung, tetapi juga akan membuka program studi baru yaitu program studi ekonomi dan keuangan Islam. Hal tersebut sangat sejalan dengan mandat BPKH dan prinsip pengelolaan keuangan haji yang dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berlandaskan prinsip Syariah,” terang Dr. Mulyadi.
Melalui kerja sama ini, pihaknya berharap kolaborasi antara BPKH dan UNS tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dikembangkan dalam berbagai bentuk kerja sama lain, khususnya di bidang pendidikan dan penguatan literasi ekonomi dan keuangan Islam. Kehadiran program baru ini juga membuka peluang kolaborasi lanjutan, termasuk kegiatan sosialisasi keuangan haji, seminar haji, serta penguatan peran BPKH di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Program Kemaslahatan ini dikelola bersama mitra pelaksana, salah satunya Rumah Zakat.
“BPKH telah membangun berbagai fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, termasuk pondok pesantren dan institusi pendidikan lainnya. Dipilihnya UNS sebagai mitra strategis dilandasi oleh peran UNS sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus berpotensi menjadi pusat pengembangan pendidikan ekonomi dan keuangan Islam di Indonesia,” pungkasnya.
SOLO - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menggelar kegiatan Safety…
SOLO - Langkah Presiden RI, Prabowo Subianto yang membawa Indonesia bergabung ke Board of Peace…
SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berkolaborasi dalam…
SOLO - Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) http://ums.ac.id menyelenggarakan International…
SEMARANG – Peternakan sapi perah terpadu (mega farm) berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu…
SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan pembahasan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Garis…
This website uses cookies.