Categories: EkonomiIndeks

BI Solo Catat Pertumbuhan Signifikan Penggunaan QRIS di Solo Raya

Kepala Perwakilan BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat. Foto: Ist.

SOLO – Digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Solo Raya mencatatkan tren pertumbuhan yang impresif sepanjang tahun 2026. Hingga Mei 2026, total nominal transaksi QRIS di wilayah tersebut telah menembus angka Rp5,3 triliun, tumbuh signifikan sebesar 114,3% secara year-on-year (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat mengungkapkan, adopsi QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga menjadi instrumen krusial bagi pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner, untuk naik kelas.

“QRIS membuat pembayaran lebih cepat, aman, dan praktis. Bagi pelaku usaha kuliner, transaksi yang tercatat secara digital membantu pemantauan penjualan, pembukuan, dan pembentukan rekam jejak usaha. Hal ini penting agar usaha kuliner Solo Raya semakin modern, tertata, dan berdaya saing,” ujar Dwiyanto dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Dari sisi volume, transaksi QRIS di Solo Raya tercatat mencapai 54,54 juta transaksi atau melonjak 141,6% (yoy). Pertumbuhan ini juga didukung oleh penambahan merchant baru sebanyak 53.281, menjadikan total merchant QRIS di Solo Raya mencapai 1.109.871 atau tumbuh 18,1% (yoy).

Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga menegaskan kembali komitmen perlindungan konsumen terkait penggunaan QRIS. Pihak BI menegaskan bahwa konsumen tidak dikenakan biaya tambahan apa pun saat bertransaksi. Sementara itu, Merchant Discount Rate (MDR) hanya dikenakan kepada pihak merchant sesuai ketentuan yang berlaku dan dilarang keras untuk dibebankan kepada pembeli.

Lebih jauh dikatakan, keberhasilan digitalisasi pembayaran ini beriringan dengan kondisi ekonomi Solo Raya yang tetap solid di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi Solo Raya pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,39% (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional (5,11%) dan Jawa Tengah (5,37%). Stabilitas harga juga terjaga dengan baik, di mana inflasi di Kota Surakarta (Solo) dan Kabupaten Wonogiri pada April 2026 tercatat terkendali dalam kisaran sasaran nasional 2,5±1%.

Optimisme masyarakat pun masih tinggi, yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Kota Solo pada Mei 2026 yang berada di level optimis sebesar 114,17. Ke depannya, BI Solo bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi melalui berbagai kegiatan seperti Adikarya Fest, Adipati Run, dan Kenduren UMKM guna memperluas akseptasi digital serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Indospektrum

Recent Posts

Tim Sang Surya UMS Raih Tiga Penghargaan di Nusantara Creative Competition 4 di Bali

SURAKARTA - Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Dalam ajang…

2 jam ago

MAPSI SMA Se-Kabupaten Sukoharjo 2026 Jadikan UMS Sebagai Tuan Rumah

SURAKARTA - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id bekerja sama dengan Musyawarah…

2 jam ago

FKIP Gelar Turnamen Basket Meriahkan Hari Jadi ke-68 UMS

SURAKARTA - Semarak peringatan Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id semakin terasa melalui…

2 jam ago

PPG Informatika UMS Kenalkan Computational Thinking Edukatif pada Anak-Anak PAKYM

SURAKARTA - Belajar Computational Thinking (CT) tidak harus dilakukan melalui pembelajaran yang kaku dan teoritis.…

2 jam ago

UMS Gandeng Pakar Malaysia Bahas Masa Depan Profesi Auditor di Era AI

SURAKARTA – Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/…

3 jam ago

Senangnya Putra Gubernur Ahmad Luthfi Bisa Video Call “Si Doel” Wagub Jakarta

SEMARANG - Putra Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Mohammad Alif Daffa senang sekali bisa bertemu…

3 jam ago

This website uses cookies.